BERITA SEBELUMNYA

Dunia Islam Aktivitas Abu Janda Tak Wakili NU, GP Ansor maupun Banser

BERITA SELANJUTNYA

Sejarah Profil WR Supratman, Sosok di Balik Peringatan Hari Musik Nasional 2021

Share

Metropolitan Buntut Biker Vs Paspampres, Ratusan Motor Terjaring Razia di Monas

Buntut Biker Vs Paspampres, Ratusan Motor Terjaring Razia di Monas

Kepolisian mulai ketat menjaga kawasan Monas dan area Istana Negara di Jakarta Pusat, dari kendaraan bermotor yang mengganggu ketertiban berlalu lintas. Hal ini merupakan buntut dari peristiwa pengendara sepeda motor yang ditendang oleh anggota Pasukan Pengaman Presiden ( Paspampres) yang videonya viral belum lama ini. Menindaklanjuti peristiwa tersebut, beragam jenis sepeda motor pun diamankan petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat saat menggelar razia di sekitar lingkar luar Monas, Minggu (7/3/2021). Baca juga: Tilang Elektronik Bekasi, Ini Pelanggaran yang Diincar dan Posisi Kameranya Lihat Foto Konvoi motor gede ketika melintas di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta.(Media sosial) Dalam razia itu, petugas tak hanya menemukan sepeda motor yang sudah dimodifikasi, tapi banyaknya motor yang menggunakan knalpot bising alias racing. 

Menghindari aksi kabur-kaburan para pemotor, razia sengaja digelar petugas secara dadakan dengan mengawasi kendaraan roda dua yang melintas di sekitaran Monas dan Istana. Iptu Sri Ngamini, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat, mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 278 unit sepeda motor yang berknalpot bising serta tidak dilengkapi surat kendaraan. Baca juga: Resmi Pensiun, Honda Jazz Bakal Jadi Mobil Antik Lihat Foto Pemeriksaan Polisi(Foto: Twitter @TMCPoldaMetro) “Selain demi menjaga kepatuhan berlalulintas, razia juga sengaja digelar demi mencegah aksi balap liar yang biasa dilakukan komunitas motor di sekitaran Istana dan Monas,” ujar Sri Ngamini, dilansir dari laman NTMC Polri (7/3/2021). Menurutnya, walaupun sadar jika kendaraan yang mereka gunakan menyalahi aturan, namun sejumlah pelanggar ini mengaku tak mengetahui adanya razia di jalur

yang mereka lalui. Seluruh kendaraan yang terjaring langsung dibawa ke kantor Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat di Lapangan Banteng untuk diproses lebih lanjut. Baca juga: Alternatif ke Bandung, Tol Japek II Selatan Ditargetkan Rampung 2022 Lihat Foto Tangkapan kamera jarak pandang udara Jakarta di kawasan Monas, Jakarta Pusat Rabu (17/2/2021) pukul 09.02 WIB(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO) Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan, pihaknya akan rutin melakukan penyekatan bagi mobil dan motor yang melintas di kawasan sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Penyekatan kendaraan ini dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan sedangkan hari Minggu pukul 00.00-10.00 WIB. “Tujuannya untuk demi kenyamanan, keamanan masyarakat yang sedang olahraga, agar tak terganggu oleh knalpot dan konvoi yang biasanya suka ngebut,” ucap Sambodo. Ring 1 Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto menegaskan, Paspampres berhak melumpuhkan kendaraan yang menerobos kawasan Ring 1 Istana Kepresidenan, termasuk jalan disekitar Istana Negara. “Pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan oleh anggota Paspampres karena penerobosan tersebut merupakan tindakan pelanggaran batas ring 1 dengan menggunakan alat berupa sepeda motor,” ujar Agus dikutip dari Kompas.com, Minggu (28/2/2021). Agus memastikan, anggota Paspampres yang menendang pengendara motor itu tidak menyalahi prosedur. “Tindakan anggota Paspampres tersebut merupakan bentuk kewaspadaan dalam melaksanakan tugas terhadap segala bentuk hakikat ancaman terhadap instalasi VVIP,” kata Agus. Jika dilihat dari kacamata defensive driving, sikap arogansi pesepeda motor seperti itu bisa muncul dari berbagai macam faktor, namun ada dua hal yang menjadi sorotan belakangan ini, yakni jenis

motor dan berkendara berkelompok. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, seseorang yang dalam sisi kehidupan lainnya sangat menjungjung tinggi etika bisa berubah sikap saat menunggangi motor tertentu. “Motor bisa memberikan aura dan karakter yang bisa memengaruhi biker. Apalagi yang menggunakan atribut atau sesuatu maka bisa memunculkan eksklusivitas sampai arogansi,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com. Tidak hanya itu, menurut Jusri, ketika 2-3 orang berkendara bersama, maka rasa kebersamaan muncul sampai bisa menimbulkan ekslusivitas. Namun Jusri menegaskan, bikers yang berperilaku tersebut hanya oknum dan tidak mewakili seluruh bikers atau kelompoknya. “Ini hanya oknum dan tidak




Baca Lagi

0 Komentar

Tinggalkan Komentar